Senin, 28 September 2009

Tentang Kami

Hubungi kami di 0751-41888/0751-9939499, contact person : Tuti (08116604076)

Lembaga Psikologi Terapan Kharisma Insani adalah lembaga yang memfokuskan diri di bidang jasa psikologis, baik untuk perusahaan maupun perorangan di bidang Industri dan organisasi serta pendidikan. Lembaga ini hadir untuk menjawab kebutuhan menjadikan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan handal yang mampu menjawab tantangan globalisasi saat ini.

Lembaga Psikologi Terapan Kharisma Insani didirikan oleh para praktisi berkompeten di bidang psikologi dan pengembangan sumber daya manusia yang mempunyai motivasi dan semangat untuk berkembang mewujudkan suatu masyarakat yang produktif dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Kami bertekad menjadi katalisator dan agent terbaik dalam bidang pengembangan kualitas sumber daya manusia. Bahwa sumber daya manusia adalah jantung dari sebuah pergerakan organisasi.
Secara khusus pelayanan lembaga kami adalah :

Untuk Perusahaan/Organisasi : Psikotes untuk seleksi, Assessment untuk promosi, Training, Training Need Analysis dan Analisis Jabatan.

Pendidikan : Konsultasi minat bakat siswa (psikotes dan tes warid) dan prestasi belajar siswa, tes kematangan sekolah untuk anak (TK) yang akan masuk Sekolah Dasar.

Rabu, 18 Februari 2009

Relevansi Seorang Psikolog Dalam Organizational Development

Pengembangan Organisasi adalah suatu set dari teori-teori yang berbasis pada ilmu-ilmu prilaku, pada nilai-nilai, strategi dan teknik-teknik yang ditujukan terhadap perubahan yang direncanakan dari setting kerja di organisasi untuk tujuan meluaskan atau memperkaya pengembangan individu dan peningkatan performance organisasi melalui perubahan behaviour para anggota di tempat kerjanya. Pengembangan organisasi berkaitan dengan strategi untuk merubah lingkungan yang didalamnya terdapat teori dan praktek. Sehingga pihak manajemen yang mampu melakukan diagnose, identify and solve problem dan intervene dengan efektif maka akan dapat menghadapi kompetisi pasar dengan baik.

Sedangkan Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia Psikologi memahami ciri-ciri manusia secara :

  1. Universal, ciri-ciri yang berlaku umum (misalnya proses berpikir)
  2. Typical, sekelompok orang (misalnya kesamaan karena gender, latar belakang budaya).
  3. Individual, unik pada setiap individu (misalnya kepribadian)

Kemudian, Organisasi sebagai sistem terdiri atas tiga level:

  1. Organisasi (perusahaan)
  2. Kelompok (divisi atau departemen)
  3. Individual (karyawan pada sebuah perusahaan)

Psikologi dalam hal ini memiliki kompetensi dalam melakukan diagnosa dalam level individual, dan menjadi hal penting dalam melakukan perubahan tersebut karena salah satu indikator penting bahwa telah terjadi pengembangan organissasi adalah individu-individu didalamnya yang mau berubah. Bila individu tersebut berubah maka membawa implikasi pada enhancing organisasi tersebut.

Karena Psikologi memiliki kompetensi dalam memahami organisasi pada level individual maka peran psikolog sangat dibutuhkan. Sehingga saat ini program untuk profesi psikologi pun telah dispesialisasikan. Sebagai Psikolog Industri dan Organisasi, Ia tidak hanya menguasai psikotes dan assessment, tetapi juga training, karena didalamnya berkaitan dengan aspek yang ada pada manusia (kognitif, afektif dan psikomotor), analisis jabatan ,ergonomika dan lain-lain. Oleh sebab itu layaklah kiranya dalam melakukan pengembangan organisasi melibatkan psikolog sebagai salah seorang anggota tim yang mengcover.bagian terkecil dari sebuah organisasi atau perusahaan




Selasa, 06 Januari 2009

Pelatihan di Balai Diklat Industri Padang


Peserta bersemangat dengan pelatihan yang diadakan oleh Lembaga Psikologi Terapan di Balai Diklat Industri Padang. Pelatihan yang dilaksanakan pada 11, 20 dan 25 november ini mengambil tema tentang Pelatihan Komunikasi, Kecerdasan Emosional dan Kerja yang Menyenangkan. Sebelumnya pada bulan januari 2008 Lembaga ini juga melaksanakan Pelatihan tentang Memahami Kepribadian dalam Team Work. So, ada yang mau ikutan...:)

Pendidikan Berawal dari keluarga


Ibunya si dudung mengeluh anaknya bandel bukan main, kemudian keluhan bu dudung ditimpali lagi oleh ibunya si Juleha, "anak saya mah cewek lebih nakal lagi, pusing saya udah kasih nasehat ampe bebusa". Itu baru sekelumit omongan ibu-ibu disela bergosip ria di sore hari (ga semua ibu2 lo:)).

Saat ini banyak orang tua mengeluh sampai nangis darah bahwa anaknya sulit diatur, suka membangkang, tidak tahu aturan, bahkan melawan orang tua. Anak yang dimaksud ini bukanlah anak umur balita, atau tk yang seringkali memang sulit diatur, tetapi anak yang sudah mulai beranjak dewasa, alias, abg, atau sudah mahasiswa atau malahan sudah meraih gelar sarjana dan sudah bekerja. Orang tua sering kebingungan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Sering juga kita mendengar bahwa anak-anak pejabat atau selebriti melakukan tindak kriminal yang sungguh memalukan,padahal pendidikan mereka cukup tinggi, apakah sebenarnya gerangan yang terjadi?

Pendidikan di dalam keluarga saat ini cenderung permisif, artinya orang tua cenderung membolehkan anak melakukan apa saja asalkan si anak senang. Beberapa hal bisa disebabkan oleh malasnya orang tua menghadapi kerewelan anak karena kecapaean bekerja sehingga akhirnya mengikuti semua kemauan anak, sehingga anak terbiasa dimanja dan mendapatkan keinginannya tanpa perjuangan. Kedua adalah orang tua yang beranggapan bahwa anak tidak boleh dilarang melakukan apa saja agar anak dapat berkembang dengan baik, menjadi kreatif dan percaya diri, tapi hal ini sebenarnya justru akan menjerumuskan si anak menjadi orang yang egois dan semau gw. Padahal sebenarnya tujuan orang tua sebenarnya agar anak mereka bisa berkembang dan dapat menjadi pribadi yang percaya diri.
Anak seperti ini seperti juga pola asuh yang pertama bisa menjadi calon kriminil di masa yang akan datang.

So, bagaimana seharusnya, mungkin diantara kita ada yang dididik dengan pola asuh yang otoriter sehingga kita melakukan sebaliknya pada anak kita supaya anak kita tidak merasakan apa yang kita rasakan atau justru karena kita merasa berhasil dididik dengan otoriter kita juga melakukan hal yang sama dengan pola asuh orang tua. Aduh... Pusing...:P

Pola asuh yang baik adalah pola asuh yang disiplin tapi baik artinya anak harus belajar tentang koneksi dari tingkah lakunya, bahwa sesuatu yang baik akan dibalas baik dan sesuatu yang tidak baik akan berakibat tidak menyenangkan. Nnnah,dari sini anak akan belajar mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Artinya kita bisa saja memberikan reward bila anak kita melakukan sesuatu yang baik, reward tidak harus berupa benda tetapi bisa ungkapan afeksi dan perlakuan yang menyenangkan seperti pujian atau melakukan kegiatan yang menyenangkan untuk si anak. Sebaliknya bila anak melakukan sesuatu yang kurang baik maka punishment bisa diberikan seperti kehilangan benda kesayanga, kegiatan yang menyenagkan dan lain-lain. Tapi ops, tentu saja jangan sampai kita menggunkan kekerasan pada anak seperti memukul dan membentak.. Yang penting adalah kesabaran...:)